SKS, ‘Penyakit’ Mahasiswa Copas - Babie Portal
Blogger Jateng

SKS, ‘Penyakit’ Mahasiswa Copas

Sering menunda pekerjaan demi hobi-hobi lain memang nikmat pada awalnya, tetapi akan berbuah kesengsaraan pada akhirnya. Menunda pekerjaan kalau sudah menjadi sebuah kebiasaan sejak masa kuliah akan merepotkan ketika masuk ke dunia kerja.

Kebanyakan Tugas
Hal ini saya rasakan ketika masih kuliah. Yang namanya dosen tidak pernah absen berikan tugas. Dosen tidak akan bertanya terlebih dahulu apakah dosen sebelumnya memberikan tugas atau tidak, sebagai bahan pertimbangan baginya untuk memberikan tugas baru.
Hampir setiap hari, setiap dosen selalu memberikan tugas baru entah paper, makalah, dll. Bahkan ada dosen yang masuk ruangan kuliah hanya memberikan kerangka kuliah, buku-buku sumber, penjelasan singkat, yang diakhiri dengan instruksi otoriter: “silahkan kalian mencari buku-buku sumber yang telah dicantumkan, ekplorasi sumber dan buatlah paper untuk tugas mata kuliah saya!” Semua tugas tersebut biasanya disertai tanggal pengumpulannya.

Menghadapi tabiat dosen yang keranjingan memberi tugas, sebagai mahasiswa kita mesti pandai-pandai membuat jadwal pengerjaan tugas jika tidak terkejar deadline. Kemampuan mengatur waktu, menertibkan pantat untuk duduk, membaca buku, menangkap ide pokok, meringkas dan mulai mengerjakan setiap tugas yang diberikan dosen pada hari itu menjadi salah satu trik yang saya lakukan agar tugas-tugas tidak menumpuk dan dikerjakan secara minimalis untuk dikumpulkan.

Sistem Kebut Semalam
Salah satu godaan utama bagi kebanyakan mahasiswa yang saya amati dan alami adalah Sistem Kebut Semalam (atau dikenal dengan singkatan: SKS) baik dalam mengerjakan tugas maupun dalam mempersiapkan diri mengikuti ujian. Nah, SKS karena ketidakmampuan dalam manajemen diri/waktu untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah atau studi menggoda mahasiswa untuk melakukan copy-paste atau copas file-file tugas lama dari kakak tingkat, artikel dari internet, atau ebook, dengan sedikit memodifikasi susunan karya, bahasa, kerangka, atau sumbernya. Berbahaya jika hal ini menjadi sebuah kebiasaan, apalagi jika didukung oleh faktor tidak pernah kedapatan oleh dosennya.

Akan tetapi, ibarat sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga biasanya berlaku sama juga bagi mahasiswa beraliran SKS yang suka copas. Cepat atau lambat kebiasaan ini akan terendus oleh dosen, apalagi dosen-dosen sekarang ini sudah melek internet. Tugas dengan topik yang sama akan mudah terdeteksi oleh para dosen ketika semua mahasiswanya mengambil dari sumber yang sama yang tersebar di internet. Sepandai-pandainya mahasiswa memodifikasi, apalagi tanpa mencantumkan sumber artikelnya pasti akan kedapatan jika ada teman-teman lain yang juga mengutip dari sumber yang sama tetapi jujur mencantumkan sumbernya. Nah, saat itulah kedok mahasiswa SKS akan terbongkar.

Kerjakan tugas kuliah sesudah tugas itu diberikan. Jika kita menunda, menumpuk, dan baru mengerjakannya jelang deadline akan dikumpulkan keesokkan harinya dengan Sistem Kebut Semalam, maka godaan untuk copas akan terasa menggiurkan.
kata meme comic
Perlu budayakan manajemen diri dan waktu yang tertib, agar tidak tergoda untuk copas ketika mengerjakan tugas atau nyontek ketika ujian.

sumber : SKS, ‘Penyakit’ Mahasiswa Copas - Edukasi Kompas.com dengan pengubahan seperlunya

Post a Comment for "SKS, ‘Penyakit’ Mahasiswa Copas"